E.S. ITO: Surat Untuk Firman

Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.

Silakan kunjungi link sumbernya untuk tulisan lengkapnya. Bagus sekali! 🙂

Youth pledge – Wikipedia, the free encyclopedia

In Indonesian, with the original spelling, the pledge reads[2]:

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

In Indonesian, with the new spelling (Ejaan Yang Disempurnakan), the pledge reads[2]:

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

In English:

Firstly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.
Secondly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one nation, the nation of Indonesia.
Thirdly
We the sons and daughters of Indonesia, respect the language of unity, Indonesian.

The first Indonesian youth congress was held in Batavia, capital of the then-Dutch East Indies in 1926, but produced no formal decisions but did promote the idea of a united Indonesia. In October 1928, the second Indonesian youth congress was held at three different locations. In the first session, the hope was expressed that the congress would inspire the feeling of unity. The second session saw discussions about educational issues. In the third and final session, held at Jalan Kramat Raya No, 126, on October 28 participants heard the future Indonesian national anthem Indonesia Raya by Wage Rudolf Supratman. The congress closed with a reading of the youth pledge.

antikorupsi.org – KPK: Lawan Corruptor Fights Back!

Paska penetapan Antasari Azhar (Ketua KPK non aktif) sebagai tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, intensitas perlawanan dan pelemahanan kepada Komisi antikorupsi ini semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Ketika sebelumnya upaya pelemahan hanya berkisar pada mempersoalkan kewenangan KPK, seperti tentang kewenangan penyidikan dan penyadapan atau keabsahan putusan yang diambil setelah Antasari tidak aktif sebagai Ketua, upaya pemotongan anggaran hingga wacana pembubaran dan kocok ulang pimpinan.

Saat ini yang muncul adalah upaya pelemahan yang paling ekstrim, yakni upaya kriminalisasi terhadap pimpinan KPK. Koruptor dan pendukungnya sangat faham benar bahwa berdasarkan UU KPK posisi hukum Pimpinan sangat riskan. Ketika ditetapkan sebagai tersangka maka secara otomatis ada pemberhentian sementara sebagai pimpinan KPK melalui Keputusan Presiden dan Pemberhentian tetap setelah berstatus terdakwa.

Ketika muncul pemberitaan mengenai rencana KPK menangani Skandal Rp. 6,76 triliun di Bank Century, Kepolisian RI melayangkan surat panggilan pada pimpinan dan pegawai KPK  pada 4 dan 8 September ini. Mereka dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi karena dianggap melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang. Pemanggilan ini menimbulkan kecurigaan meskipun bukan pertama kali dilakukan POLRI. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Chandra M. Hamzah juga telah dipanggil dalam terkait dengan tuduhan penyadapan ponsel Nasrudin dan Rani dalam kasus yang melibatkan Ketua KPK non-aktif, Antasari Azhar. Pertanyaannya, apakah pemanggilan dan proses hukum yang dilakukan oleh POLRI ini adalah bagian dari upaya menyerang KPK?

Pelemahan KPK tidak bisa dilepaskan dari sejumlah kasus korupsi yang sedang ditangani. Ada sejumlah kasus korupsi yang diduga melibatkan politisi dan pengusaha kelas kakap seperti dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia maupun kasus yang diduga melibatkan perwira tinggi di Mabes Polri dalam skandal Bank Century.  

Sayangnya perlawanan yang dilakukan oleh koruptor dan pendukungnya melalui upaya kriminilasiasi justru dijawab dengan sikap bertahan dari KPK. Berita miring soal integritas Pimpinan tidak secara tuntas dijelaskan kepada publik sehingga berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat.

Kondisi ini bahkan membuat kesan KPK tidak berdaya dan berdampak pada pelemahan dalam penanganan kasus korupsi. Saat ini sejumlah saksi atau tersangka mangkir dari panggilan KPK Bukan tidak mungkin dikemuadian hari upaya penindakan KPK akan terus-menerus diabaikan oleh pelaku korupsi.

Komisi Etik yang diharapkan untuk menyelesaikan persoalan pengawasan internal khsususnya belum terbentuk meskipun publik dan media seringkali memberikan masukan atau informasi.

KPK juga terkesan pasrah – tidak memberikan masukan/ perlawanan – terhadap proses penyusunan RUU Pengadilan Tipikor yang saat ini sedang dibahas oleh Panja DPR dan Pemerintah. Padahal regulasi ini juga menentukan maju-mundurnya kinerja KPK dimasa mendatang. Apalagi dalam proses pembahasan muncul upaya untuk menghapuskan kewenangan penuntutan yang dimiliki oleh KPK.

Semestinya KPK harus membuktikan bahwa kinerja mereka tidak terpengaruh oleh masalah yang belakangan terjadi, sekaligus membuktikan bahwa berbagai berita negatif yang sekarang berkembang tidak benar.

Ketika pihak yang ingin dipertahankan (baca: KPK) tidak melakukan tindakan apapun atas berbagai tindakan penyerangan dan hanya berharap dari dukungan masyarakat, media dan belas kasih segelintir politisi dan Presiden – maka sulit untuk mengatakan bahwa Pimpinan KPK tidak memiliki keberanian dan keyakinan yang besar bahwa masalah yang dihadapi KPK bisa diatasi.

Berdasarkan uraian diatas kami meminta:
1. KPK
Tidak tinggal diam atas berbagai upaya penggembosan KPK. KPK harus bangkit dan melawan segala bentuk pelemahan yang dilakukan oleh koruptor dan para pendukungnya. Perlawanan ini dapat dilakukan dengan cara percepatan penanganan kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR, institusi penegak hukum dan pengusaha kelas kakap. KPK harus berani mengambil resiko terhadap tindakan yang dilakukan. Seperti halnya KPK Hongkong (ICAC) ketika berupaya membersihkan korupsi di Kepolisian.

 Jangan lagi ada lagi kompromi dalam penangangan kasus korupsi. Harus ada tindakan hukum yang tegas dan keras bagi pelaku untuk memberikan efek jera seperti langsung menahan pelaku pada saat ditetapkan sebagai tersangka, melakukan penggeledahan dan penyitaan asset milik koruptor dan menuntut hukuman maksimal bagi pelaku di muka persidangan.

Segera membentuk komisi etik yang bersifat permanen untuk mengawasi kinerja pimpinan dan memberikan masukan bagi pengawasan internal dilingkungan KPK.

2. Presiden
Menunjukkan komitmen untuk tetap serius dalam memberantas korupsi dengan memberikan dukungan secara penuh terhadap langkah yang dilakukan oleh KPK dalam rangka membersihkan praktek korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum, politisi dan pihak pengusaha. Dukungan ini merupakan bagian dari perwujudan janji-janji SBY selama kampanye untuk melanjutkan dan mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Jika KPK terus diusik, Presiden harus menyadari bahwa hal ini akan berpengaruh besar terhadap capaian pemberantasan korupsi kedepan.

Jakarta, September 2009

Indonesia Corruption Watch

 

Jawaban salah satu anggota KOPASSUS mengenai peringkat pasukan mereka di dunia

Dalam Kesempatan Tersebut saya Sempat ngobrol dengan beberapa anggota KOPASSUS, dan lagi2 saya di buat kagum ketika saya bertanya begini “Dengar2 KOPASSUS jadi Peringkat Ketiga Pasukan terkuat di dunia ya Pak ??? (Pura2 gak tau saya gan) dan Mereka pun Sambil Tersenyum Menjawab

Spoiler for ini inti Jawaban Salah Satu dari Mereka:
“Tidak Penting Bagi Kami Berapa peringkat Kami Didunia ataupun Di Indonesia ini yang Jelas Kami Siap Mengabdikan Jiwa dan Raga kami Demi Negara, Istri2 kami Siap Menjanda dan Anak2 Kami Siap Menjadi Yatim.”

Spoiler for MOTTO KOPASSUS:

LEBIH BAIK PULANG NAMA DARI PADA GAGAL DALAM TUGAS

Sampe merinding saya dengarnya gan, kalo saya pribadi sih masih ragu2 apalagi sampe ninggalin anak istri, mentalnya kuat sekali, walaupun kita mengobrol santai dan sambir tertawa – tawa, saya benar2 kagum dengan sikap Mereka (KOPASSUS) saya Heran Apabila ada Orang Indonesia (Khususnya Kaskuser) yang Sinis dan ragu akan kehebatan Pasukan Elit yang dimiliki Republik Indonesia, atau jangan2 yang bikin Thread Ragu Akan KOPASSUS bukanlah Orang Indonesia ????, Yang Jelas Saya Bangga dan Mendukung Terus KOPASSUS INDONESIA.

Kutipan di atas gue ambil dari salah satu thread di kaskus, kalo mau buka thread lengkapnya bisa klik langsung link tulisan kaskus.us di atas. So, nggak terlalu penting lah itu mau KOPASSUS kita peringkat berapa, yang penting kita sendiri udah liat seberapa kuat bangsa kita yang tercinta ini bisa tetep berdiri biarpun ancaman2 terus muncul, dan beberapa waktu lalu udah kita lihat sendiri kan hasilnya? Si biadab yang di Temanggung itu udah menghadap YANG LEBIH BERWAJIB. 😉