Pengalaman perpanjang SKCK di Polres Jakarta Selatan

Dalam rangka pindah KTP setelah nikah, apartemen di tempat gw tinggal salah satu persyaratannya itu perlu ada SKCK untuk keperluan pindah alamat. Terakhir kali gw bikin SKCK itu pas bikin buat iseng-iseng daftar jadi UberX driver bulan Agustus 2017 lalu.

Dari hasil googling sana sini, dapet info kalo SKCK itu bisa diperpanjang selama belum kelewat setahun dari tanggal terakhir berlaku, tapi yang gw belom tau itu SKCK bisa diubah keperluannya apa nggak. Jadi ya daripada penasaran, langsung gw putuskan buat coba aja.

Lanjutkan membaca “Pengalaman perpanjang SKCK di Polres Jakarta Selatan”

Iklan

Pengalaman urus paket EMS yang nyangkut di kantor pos

Beberapa waktu lalu, gw jadi backer di salah satu project di Kickstarter. Barangnya travel pillow gitu. Harganya nggak sampe ngelebihin batas bea cukai yang US$100. Jadi harusnya aman-aman aja langsung dikirim ke rumah.

Gw coba track via website Pos Indonesia tanggal 19 September 2017. Ternyata barangnya udah di kantor pos Jakarta Selatan dari tanggal 7. Biasanya kalo ada keterangan bea cukai, infonya muncul pas di kantor pos besar (MPC IDJKTC).

Lanjutkan membaca “Pengalaman urus paket EMS yang nyangkut di kantor pos”

Pelayanan Kelurahan Jakarta vs Tangerang: GRATIS vs Bayar Pot Bunga

Dalam rangka mempersiapkan dokumen-dokumen keperluan pernikahan di akhir tahun 2017, gw dan tunangan memutuskan untuk urus printilan ini itu mulai sebelum tengah tahun, maksudnya biar nanti urusan begini gak grasak grusuk pas udah dekat hari H.

Lanjutkan membaca “Pelayanan Kelurahan Jakarta vs Tangerang: GRATIS vs Bayar Pot Bunga”

Jakarta lebih keren dari Bangkok (?)

Di pertengahan Desember 2016, gw berkesempatan untuk ikutan Digital Engagement Conference yang diadain sama National Democratic Institute (NDI) di Bangkok. Mestinya Pak Kepala Unit yang berangkat tapi karena agak mepet waktunya dan kalo ASN (Aparatur Sipil Negara) agak panjang birokrasinya untuk urus ini itu, akhirnya gw kecipratan kesempatan buat gantiin beliau. Akhirnya kesampean juga ke Thailand, meskipun kali ini bukan dalam rangka liburan.

Lanjutkan membaca “Jakarta lebih keren dari Bangkok (?)”

Ketidakprofesionalan shipping tiket DWP oleh Loket.com dan JNE

Tulisan ini gw buat karena ketidakpuasan gw atas layanan Loket.com dan JNE dari pembelian tiket Djakarta Warehouse Project 2016. Gw akan ceritain berdasarkan kronologis supaya jelas deh ya.

Tanggal 8 Juni 2016, gw beli 2 tiket presale DWP langsung dari link yang dikirim via email. Karena niatnya pengen dateng langsung tanpa repot-repot ngantri nuker voucher sama wristband, gw ambil pilihan shipping langsung ke rumah, nambah Rp50ribu. Aman. Lanjutkan membaca “Ketidakprofesionalan shipping tiket DWP oleh Loket.com dan JNE”

Jelajah Jakarta di AABC 3rd Anniversary

Halo halo halo! Sebelum gw cerita-cerita dari keseruan AABC 3rd Anniversary, izinkan gw jelasin secara singkat kenapa blog gw agak berubah dan postingan-postingan lama pun lenyap . Jadi blog gw itu dulu self-hosting, gw bikin automated backup secara berkala juga, tapi di awal 2016 kemaren gw sempet miss beberapa detail teknis, alhasil postingan pasca self-hosting lenyap dan pas ngecek backup, ternyata sempet ada setting yang berubah dan konten nggak kesimpen. Ya sudahlah. All iz well.

Kembali ke cerita, jadi di 12-14 November 2016 kemarin gw dapet kesempatan buat ikutan AABC 3rd Anniversary. AABC ini kependekan dari AirAsia Bloggers’ Community, tiap taun mereka bikin anniv di kota yang beda-beda, pertama kali 2014 di Kuala Lumpur, 2015 di Bangkok, dan taun ini di Jakarta. Gw sendiri gak ikutan yang sebelumnya, terakhir kali gw ikutan seseruan AirAsia itu pas visit ke Red House sekitar 1,5 taun lalu.  Lanjutkan membaca “Jelajah Jakarta di AABC 3rd Anniversary”

Seruan Untuk Bangkit (A Call to Arms)

Tulisan di bawah ini ditulis oleh Chris ‘Blane’ Rowat, seorang praktisi parkour yang melatih di Parkour Generations di London, dan diposting di pinwc.com. Agar lebih mudah dibaca dan dicerna oleh teman-teman di Indonesia, tulisan ini diterjemahkan oleh Syariif Pontoh dan disunting oleh Willy Irawan. Selamat membaca dan kalau kamu merasa tulisan ini layak disebarkan, sebarkanlah! 🙂

Sejak kapan melintasi sebuah tembok sepanjang 30 meter dengan seorang anak menggantung di punggung Anda menjadi hal yang kurang penting dibandingkan melompat sejauh 18 kaki diantara dua gubuk dengan ‘pendaratan seperti di kotak pasir’? Saya tidak peduli dengan langkah panjang dan bersuara nyaring anda, pria berusia 43 tahun itu yang berumur dua kali lipat dari Anda, dua kali lebih kuat, serta ketika turun dari ketinggian 2 meter tidak menghasilkan suara sedikitpun.

Media_http2bpblogspot_wiici

Hal-hal yang harus dihiraukan dalam parkour, ternyata tidak dihiraukan -dan hal-hal yang secara luas dianggap mengesankan tidak lagi dianggap, setelah Anda menggaruk permukaannya. Sistem nilai kita telah dirusak.

Terkadang saya mencoba melihat parkour dari sudut pandang netral, seolah-olah saya belum pernah mendengar parkour sebelumnya.

Apa yang akan saya pikir jika saya menemukan Parkour sekarang sebagai anak berumur 17 tahun, pada tahun 2012? Saya membayangkan diri saya akan berpikir bahwa parkour tampak seperti menyenangkan dan saya mungkin akan menemukan diri saya ditarik ke bagian dari parkour namun saya akan melihat sesuatu yang sangat berbeda dari yang saya lihat 9 tahun yang lalu dan saya tahu hal itu tidak akan semenarik bagi saya dibandingkan dulu.

Lanjutkan membaca “Seruan Untuk Bangkit (A Call to Arms)”