Jakarta lebih keren dari Bangkok (?)

Di pertengahan Desember 2016, gw berkesempatan untuk ikutan Digital Engagement Conference yang diadain sama National Democratic Institute (NDI) di Bangkok. Mestinya Pak Kepala Unit yang berangkat tapi karena agak mepet waktunya dan kalo ASN (Aparatur Sipil Negara) agak panjang birokrasinya untuk urus ini itu, akhirnya gw kecipratan kesempatan buat gantiin beliau. Akhirnya kesampean juga ke Thailand, meskipun kali ini bukan dalam rangka liburan. Lanjutkan membaca “Jakarta lebih keren dari Bangkok (?)”

Ketidakprofesionalan shipping tiket DWP oleh Loket.com dan JNE

Tulisan ini gw buat karena ketidakpuasan gw atas layanan Loket.com dan JNE dari pembelian tiket Djakarta Warehouse Project 2016. Gw akan ceritain berdasarkan kronologis supaya jelas deh ya.

Tanggal 8 Juni 2016, gw beli 2 tiket presale DWP langsung dari link yang dikirim via email. Karena niatnya pengen dateng langsung tanpa repot-repot ngantri nuker voucher sama wristband, gw ambil pilihan shipping langsung ke rumah, nambah Rp50ribu. Aman. Lanjutkan membaca “Ketidakprofesionalan shipping tiket DWP oleh Loket.com dan JNE”

Jelajah Jakarta di AABC 3rd Anniversary

Halo halo halo! Sebelum gw cerita-cerita dari keseruan AABC 3rd Anniversary, izinkan gw jelasin secara singkat kenapa blog gw agak berubah dan postingan-postingan lama pun lenyap . Jadi blog gw itu dulu self-hosting, gw bikin automated backup secara berkala juga, tapi di awal 2016 kemaren gw sempet miss beberapa detail teknis, alhasil postingan pasca self-hosting lenyap dan pas ngecek backup, ternyata sempet ada setting yang berubah dan konten nggak kesimpen. Ya sudahlah. All iz well.

Kembali ke cerita, jadi di 12-14 November 2016 kemarin gw dapet kesempatan buat ikutan AABC 3rd Anniversary. AABC ini kependekan dari AirAsia Bloggers’ Community, tiap taun mereka bikin anniv di kota yang beda-beda, pertama kali 2014 di Kuala Lumpur, 2015 di Bangkok, dan taun ini di Jakarta. Gw sendiri gak ikutan yang sebelumnya, terakhir kali gw ikutan seseruan AirAsia itu pas visit ke Red House sekitar 1,5 taun lalu.  Lanjutkan membaca “Jelajah Jakarta di AABC 3rd Anniversary”

Seruan Untuk Bangkit (A Call to Arms)

Tulisan di bawah ini ditulis oleh Chris ‘Blane’ Rowat, seorang praktisi parkour yang melatih di Parkour Generations di London, dan diposting di pinwc.com. Agar lebih mudah dibaca dan dicerna oleh teman-teman di Indonesia, tulisan ini diterjemahkan oleh Syariif Pontoh dan disunting oleh Willy Irawan. Selamat membaca dan kalau kamu merasa tulisan ini layak disebarkan, sebarkanlah! 🙂

Sejak kapan melintasi sebuah tembok sepanjang 30 meter dengan seorang anak menggantung di punggung Anda menjadi hal yang kurang penting dibandingkan melompat sejauh 18 kaki diantara dua gubuk dengan ‘pendaratan seperti di kotak pasir’? Saya tidak peduli dengan langkah panjang dan bersuara nyaring anda, pria berusia 43 tahun itu yang berumur dua kali lipat dari Anda, dua kali lebih kuat, serta ketika turun dari ketinggian 2 meter tidak menghasilkan suara sedikitpun.

Media_http2bpblogspot_wiici

Hal-hal yang harus dihiraukan dalam parkour, ternyata tidak dihiraukan -dan hal-hal yang secara luas dianggap mengesankan tidak lagi dianggap, setelah Anda menggaruk permukaannya. Sistem nilai kita telah dirusak.

Terkadang saya mencoba melihat parkour dari sudut pandang netral, seolah-olah saya belum pernah mendengar parkour sebelumnya.

Apa yang akan saya pikir jika saya menemukan Parkour sekarang sebagai anak berumur 17 tahun, pada tahun 2012? Saya membayangkan diri saya akan berpikir bahwa parkour tampak seperti menyenangkan dan saya mungkin akan menemukan diri saya ditarik ke bagian dari parkour namun saya akan melihat sesuatu yang sangat berbeda dari yang saya lihat 9 tahun yang lalu dan saya tahu hal itu tidak akan semenarik bagi saya dibandingkan dulu.

Lanjutkan membaca “Seruan Untuk Bangkit (A Call to Arms)”

Japan Trip: Basic Expense and Itinerary

Berhubung gue nggak tau musti mulai dari mana buat postingan seputar trip ber-6 ke Jepang di awal bulan Oktober 2012 kemaren, gimana kalo kita mulai dulu dari total pengeluaran gue mulai dari pesawat, kereta, bis, akomodasi, dan sightseeing selama di Negeri Matahari Terbit nan terkenal mahal segala-galanya ini? Here you go!

Di catetan expense di atas, gue ngilangin detail printilan kayak beli souvenir dan sejenisnya karena tiap orang pasti kebutuhannya beda-beda (dan untuk pengeluaran apply visa sendiri ceritanya bisa dibaca di sini). Untuk makan juga elo bisa liat dominasi onigiri sama ricebowl, karena menurut gue yang paling bersahabat buat super budget traveler ya dua makanan ini, dan dua ini juga yang jadi sahabat sejati perut gue. Lagipula tujuan gue ke Jepang utamanya bukan kuliner kok, jadi ya balik lagi ke budget elo.

*Update 6 Nov 2012: Setelah berhari-hari ngutang detail itinerary, monggo nih! 🙂

Expense udah kelar dipost kemaren. Buat yang penasaran isi rombongan #JapanTrip, ini isinya: gue (@qronoz), Willy (@willyirawan), Tommy (@toramichan), Goro (@inggriasto), Rahne (@rahneputri), dan Ucy (@lucianancy). Nah, sekarang mari kita runtut ke sedikit bahasan seputar itinerary selama #JapanTrip:

Lanjutkan membaca “Japan Trip: Basic Expense and Itinerary”

3 negara dalam 12 jam demi Legoland Malaysia

Bulan Juni kemaren, gue dapet info kalo Legoland Malaysia mulai jualan tiket early bird yang harganya Rp288K. Lumayan penghematan dibanding kalo beli online RM105 atau beli langsung di loket RM140. Tiket yang gue beli itu valid buat 1x masuk kapan aja dari 15-Sep sampe 31-Des 2012. Setelah hunting tiket pesawat murah sana sini, akhirnya dapetlah pergi 25-Sep pake AirAsia Rp289K sama pulang 26-Sep pake Jetstar S$43 atau sekitar Rp334K.

Rencana awal tadinya pengen ngampar di Changi biar nggak keluar duit nginep, tapi setelah ngecek ternyata Jetstar baru bisa checkin 3 jam sebelom, akhirnya dipilihlah buat nginep di Empire Hostel. Lokasinya nggak di tengah kota, tapi yang penting ada tempat buat tidur, gue dapet 8 bed mixed dorm yang harga semalemnya nggak nyampe Rp90K, toh yang penting tidur.

Tibalah tanggal keberangkatan, demi naik bis DAMRI yang jam 4 pagi akhirnya harus bayar taksi Rp25K padahal di argo duma Rp12K gara-gara order by phone. Pas early breakfast di 7-Eleven baru inget kalo boarding pass AirAsia sama web travel document Jetstar yang udah di-print ketinggalan. Yaudahlah, untung data-datanya udah masuk di TripIt app. Petugas counter di Indonesia juga udah melek teknologi kok. Lanjutkan membaca “3 negara dalam 12 jam demi Legoland Malaysia”

Sponsored Video: [GALAXY Note 10.1] Introducing Samsung GALAXY Note 10.1

GALAXY Note 10.1 is outfitted with the functionality and precision of a pen and paper on a 10.1-inch-large-display, providing endless possibilities to elevate a user’s creativity and productivity.


Featuring an intuitive user experience and armed with superior hardware performance, GALAXY Note 10.1 is designed to simplify idea capturing, information access, and multi-tasking, making each easier and faster.