Road Trip 6 hari dari Sydney ke Brisbane

Sudah satu setengah minggu saya berada di Sydney dan tinggal di backpackers (sebutan untuk hostel di Australia) di Pitt Street yang jaraknya tidak sampai 3 kilometer dari Sydney Opera House. Sydney memang jadi perhentian saya dari Melbourne sebelum melanjutkan petualangan WHV saya di Brisbane. Minggu pertama saya habiskan dengan menghadiri konferensi tahunan Hillsong Church, jaringan gereja yang saya ikuti selama di Australia. Setelah konferensi selesai, saya mulai berburu rideshare di Gumtree (situs iklan segala ada) sembari menjelajahi tempat-tempat di sekitar Sydney. Ini adalah kali kedua saya mengunjungi kota ini setelah kesempatan pertama saya dapetkan saat perayaan malam tahun baru 2014.

Saya memang punya target untuk angkat kaki sesegera mungkin dari Sydney. Tidak ada yang salah dengan kota ini, tapi semakin lama waktu yang saya habiskan di Sydney, semakin banyak pula dolar yang harus saya keluarkan dan semakin sedikit pula waktu yang saya miliki untuk berburu dan mulai bekerja di Brisbane. Lagi pula, konon sangat kecil peluang orang yang sempat tinggal lama di Melbourne untuk bisa menikmati Sydney. Sydney adalah kota dengan populasi terbesar di Australia, Melbourne ada di peringkat dua, dan Brisbane setelahnya.

Lanjutkan membaca “Road Trip 6 hari dari Sydney ke Brisbane”

GPN: Visa/Mastercard versi dalam negeri

Di akhir Juni 2018 lalu, gw sempet dateng ke #DigiTalksID yang lagi ngebahas seputar GPN. Jadi GPN ini apa? GPN ini kependekan dari Gerbang Pembayaran Nasional. Pertama kali gw baca-baca sepintas artikel seputar ini, kepikiran head to head-nya sama Visa / Mastercard, bedanya ya ini produk dalem negeri. Salah satu alesannya katanya sih biar data transaksi yang di Indonesia gak perlu ke luar negeri dulu, di sisi yang lain sih yang gw tangkep biar duit yang selama ini larinya ke Visa/Mastercard atau sejenisnya, jadi larinya ya buat Bank Indonesia. Ya biar gak cuma asing tapi lokal juga bisa untung kali ya 🙂

Lanjutkan membaca “GPN: Visa/Mastercard versi dalam negeri”

Apply visa Australia online dengan ImmiAccount

Sejak akhir November 2017, WNI bisa apply visa kunjungan ke Australia secara online lewat ImmiAccount. Beberapa waktu lalu, gw sama istri pake sistem ini untuk apply Visitor visa (subclass 600) untuk yang stream tourist. Enaknya sistem ini adalah kita gak perlu repot-repot ke kantor VFS Global untuk submit dokumen-dokumen, nggak pake bayar biaya tambahan VFS juga, paspor gak ditahan, bisa diakses kapan aja dari mana aja. Lanjutkan membaca “Apply visa Australia online dengan ImmiAccount”

Pengalaman perpanjang SKCK di Polres Jakarta Selatan

Dalam rangka pindah KTP setelah nikah, apartemen di tempat gw tinggal salah satu persyaratannya itu perlu ada SKCK untuk keperluan pindah alamat. Terakhir kali gw bikin SKCK itu pas bikin buat iseng-iseng daftar jadi UberX driver bulan Agustus 2017 lalu.

Dari hasil googling sana sini, dapet info kalo SKCK itu bisa diperpanjang selama belum kelewat setahun dari tanggal terakhir berlaku, tapi yang gw belom tau itu SKCK bisa diubah keperluannya apa nggak. Jadi ya daripada penasaran, langsung gw putuskan buat coba aja.

Lanjutkan membaca “Pengalaman perpanjang SKCK di Polres Jakarta Selatan”

Pengalaman urus paket EMS yang nyangkut di kantor pos

Beberapa waktu lalu, gw jadi backer di salah satu project di Kickstarter. Barangnya travel pillow gitu. Harganya nggak sampe ngelebihin batas bea cukai yang US$100. Jadi harusnya aman-aman aja langsung dikirim ke rumah.

Gw coba track via website Pos Indonesia tanggal 19 September 2017. Ternyata barangnya udah di kantor pos Jakarta Selatan dari tanggal 7. Biasanya kalo ada keterangan bea cukai, infonya muncul pas di kantor pos besar (MPC IDJKTC).

Lanjutkan membaca “Pengalaman urus paket EMS yang nyangkut di kantor pos”

Pelayanan Kelurahan Jakarta vs Tangerang: GRATIS vs Bayar Pot Bunga

Dalam rangka mempersiapkan dokumen-dokumen keperluan pernikahan di akhir tahun 2017, gw dan tunangan memutuskan untuk urus printilan ini itu mulai sebelum tengah tahun, maksudnya biar nanti urusan begini gak grasak grusuk pas udah dekat hari H.

Lanjutkan membaca “Pelayanan Kelurahan Jakarta vs Tangerang: GRATIS vs Bayar Pot Bunga”

Jakarta lebih keren dari Bangkok (?)

Di pertengahan Desember 2016, gw berkesempatan untuk ikutan Digital Engagement Conference yang diadain sama National Democratic Institute (NDI) di Bangkok. Mestinya Pak Kepala Unit yang berangkat tapi karena agak mepet waktunya dan kalo ASN (Aparatur Sipil Negara) agak panjang birokrasinya untuk urus ini itu, akhirnya gw kecipratan kesempatan buat gantiin beliau. Akhirnya kesampean juga ke Thailand, meskipun kali ini bukan dalam rangka liburan.

Lanjutkan membaca “Jakarta lebih keren dari Bangkok (?)”