Menurut mereka, jailbreak di iPhone dan iPod itu …

 Di hari Minggu, 8 Mei 2011, gue iseng-iseng nanya ke timeline:

Did you jailbreak your iPhone/iPod? Please answer along with the reason 🙂 ~@qronoz

Kemudian muncullah berbagai macam tweet yang meresponi tweet di atas:
  • no! karena sayang aja, dan pasti ada efek yg terjadi apapun itu, dan.. menghindari piracy! ~@benakribo
  • include iPad? No, maksudnya Not Yet, krn ga sempet jg :p ~@arykristyanto
  • pastinya, supaya bisa download game gratis ~@irfanbennington
  • to use applications not available in the App Store. ~@bellamy
  • nope! Karena gak perlu, game atau aplikasi yg didownload msh terjangkau kok 😉 ~@Liiids
  • dari 2007 ga pernah JB. Never tempted. And never will be. Reason: errr I love shopping on itunes so much? 😀 ~@cicik
  • No. 1. Repot kalau mau update. 2. I like the iOS for what it is already. ~@snursalim
  • yes!..and friend’s also..cuz I want to break jew monopoly 😀 ~@di2t
  • jailbreak doooong 😉 biar bisa download application gratis ! lagian garansi ga ilang ini lah di apple store 😉 ~@sisysisysisy 
  • jailbreak. Hanya untuk tampilan, spt font and themes. Apps beli semua di apps store. ~@cenkii
  • tapi iPhone tahun 2007 kalau ngga dijailbreak ngga bisa pake kartu selain operator origin lho. ~@idiphone
  • ngga diJB, karena beli App di iTunes murah2. Ga punya CC? Ada iTunes Gift Card, tinggal redeem. ~@goenrock
  • Had once before.. not anymore. JB makes run out of battery ~@e_pram
  • I did. I want to be an admin, more than a user ~@iPhoer
  • Nope, gak ngerti soalnya. Haha.. ~@gabzpanda
  • kbanyakan org JB biar bisa install app berbayar dengan gratis. Di app store jg byk app gratis/digratisin. ~@dbig_J
  • app berbayar yg diinstall gratis lewat JB biasanya di crack dan itu piracy. JB is ok but piracy is big NO! ~@dbig_J
  • JB (Y). Ever heard of SBSettings, Winterboard, Wifisync? You should. ~@rezaprabowo
  • kalo jailbreak tujuannya buat make bajakan, itu berarti kesian. Bisa beli hp mahal, beli app sedolar aja pelit ~@bellamy
  • JB? Yes! I want to expand my iPhone capabilities more than Apple allowed to. ~@fauzanalfi
  • Gw butuh 500 dollar utk beberapa app, mau sumbangin? ~@langgofarid
  • nope, ribet kl ada update. ~@garyevano
  • Bkn mslh pelitnya kali ya, mgkin krn gak pnya CC muungkin loh ~@eriverde
  • masalahnya itu, hampir semua toko HP di sini yang educate user kalo jailbreak = bisa pake bajakan. ~@bellamy
  • Dari iPhone 2007 udah eksperimen macem2 jailbreak. Skrg pake iPhone 4 udah males. Pengen fokus jadi pemakai aja 😀 ~@pinot
  • jailbreak… so lots of things can be tweaked, includes appsync 🙂 ~@stay_focus21
  • iyes jailbreak. simply biar ga usah byr app. tp jatohnya gak bs update app. jalan terbaik adl minta tolong hacker account iTunes 😀 ~@riwikaso
Kesimpulannya? Silakan Anda tentukan sendiri dan share dengan cara merespon post ini lewat beberapa pilihan di bawah:

Inilah alasan kenapa penderita penyakit darah kental nggak boleh donor darah

Beberapa hari yang lalu dapet forward email ini dari bokap. Kayaknya ini respon doi pas gue cerita kalo gue gak bisa donor darah gara2 darahnya kental. Apakah gue polisitemia? Musti nyiapin jadwal medical checkup nih kayaknya.

=================

Jakarta, Penderita penyakit  darah kental tidak boleh mendonorkan darahnya karena bisa membahayakan pasien yang menerimanya. Sebaliknya, darah yang kental itu harus dibuang karena bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

Darah kental atau disebut juga polisitemia dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan penyebabnya. Polisitemia primer atau disebut juga polisitemia vera merupakan kondisi bawaan yang dipicu kelainan genetik, sementara polisitemia sekunder disebabkan oleh penyakit  lain misalnya gangguan jantung dan paru-paru.

Kedua jenis polisitemia ini ditandai dengan jumlah eritrosit atau sel darah merah yang lebih tinggi dari angka normalnya. Kelebihan eritrosit ini dilihat dari kadar hemoglobin (Hb) yang normalnya berkisar antara 11-12 g/dL untuk wanita atau 12-16 g/dL untuk pria.

Meningkatnya kekentalan darah akibat kelebihan Hb dan eritrosit dibarengi dengan peningkatan risiko penggumpalan darah. Akibatnya, penderita darah kental lebih rentan mengalami serangan jantung, stroke dan risiko fatal lainnya yang berhubungan dengan penyumbatan pembuluh darah.

Bukan hanya pada penderitanya saja, peningkatan risiko penyumbatan darah juga bisa terjadi pada orang lain jika darah yang kental itu didonorkan. Oleh karena itu, Palang Merah Indonesia biasanya akan menolak donor yang memiliki kadar Hb di atas normal alias terlalu kental.

“Darah kental memang harus diambil sebagian biar lebih encer, lewat prosedur yang dinamakan phlebotomy. Tapi bukan untuk didonorkan, darah itu harus dibuang,” ungkap ahli hematologi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr Johan Kurnianda, SpPD, KHOM (K) saat dihubungidetikHealth, Jumat (18/2/2011).

Menurut Dr Johan, darah kental juga tidak disebabkan oleh makanan secara langsung. Namun bagi yang sudah mengalami kondisi tersebut, kebiasaan makan makanan berlemak dan kurang minum bisa meningkatkan risiko penggumpalan darah yang berakibat fatal.

Untuk mengatasi darah kental, beberapa jenis obat yang sering digunakan adalah Aspirin, Warfarin atau sejenisnya. Namun jenis obat-obatan tersebut hanya mencegah terjadinya penggumpalan darah, sementara untuk menekan produksi sel darah merah misalnya hidroksi urea.

What is Parcouring? Is it a typo for Parkour? No, it isn’t :)

According to what I’ve read on Youtube and their official website, they’ve got a quite interesting definition about this new sport:

Parcouring is a sport. We emphasize the term “sport” because Parcouring, dissimilar to Parkour, is not linked to ethical-philosophic conventions and charakter trails. It simply refers to overcome various obstacles during a competition.”To overcome obstacles”, also known as “Parcouring”, provides many oppotunities to use the existing environment as a part of sports equipment. Tournaments are held in two categories. More information on parcouring.com

Parcouring has two categories: Speed and Style. Check out some videos below:

10 Bonus Sehat Olahraga Lari

Para peneliti telah mendeklarasikan, olahraga lari adalah salah satu cara untuk tetap awet muda. ???Dan dari berbagai olahraga kardio yang ada, olahraga lari telah dinobatkan sebagai olahraga yang dapat membuat tubuh prima serta tetap awet muda,??? papar JoAnn Manson, MD., kepala di divisi pencegahan pada rumah sakit Brigham and Women???s.

Berikut 10 paparan ilmiah yang mengungkapkan mengapa olahraga lari bisa mempertahankan kemudaan kita.

1. Menajamkan pandangan mata : Orang yang berlari 56 Km dalam seminggu, cenderung berhasil menekan risiko terganggunya penglihatan mata karena faktor usia hingga 54 persen, jika dibandingkan dengan mereka yang berlari hanya 16 Km per minggu.

2. Menjaga jantung dengan baik : Pelari yang dengan konstan berlari sejauh 16 Km dalam seminggu akan 39 persen lebih jarang mengalami gangguan tekanan darah. Plus mereka juga akan jarang menumpuk kolesterol dalam pembuluh darahnya hingga 34 persen.

3. Mendongkrak gairah : Pelari pria yang membakar sebanyak 3.000 kalori per minggu dari aktivitas berlari selama 5 jam, akan menjauhkan dirinya dari disfungsi ereksi hingga 83 persen.

4. Menguatkan tulang : Masa tulang para pelari ternyata lebih baik dari atlet aerobik lainnya, demikian diungkapkan oleh University of Missouri. Para peneliti membandingkan kepadatan tulang para pelari dengan pesepeda. Ada sebanyak 63 persen pesepeda yang memiliki masa tulang yang jelek, sedangkan pelari hanya 19 persen.

5. Lancar berpikir : Sebuah penelitian yang dilakukan kepada para pekerja di Inggris mengungkapkan, rutin berlari membuat mereka jarang melakukan kesalahan dalam pekerjaan, memiliki konsentrasi yang baik, dan lebih produkif dibanding yang lari hanya sesekali.

6. Terbebas dari dimensia : Journal of American Geriatrics Society melaporkan, perempuan yang dari remaja sudah rajin olahraga lari, di usia senjanya jarang yang mengalami kepikunan.

7. Tidur lebih lelap : Para insomnia yang diminta untuk berlari, ternyata berhasil mempercepat waktu tidurnya hingga 17 menit dibanding saat mereka tidak berlari. Plus mereka tidur lebih lelap, bahkan sehari setelah berlari.

8. Jarang terkena flu : Pelari yang berlari sejam setiap harinya, akan berhasil menjauh dari serangan virus flu hingga 18 persen dibanding yang tidak berlari. Ini didapat dari penelitian yang dilakukan di Swedia.

9. Bernapas lebih lega : Penelitian yang dilakukan kepada pengidap asma yang diminta untuk melakukan olahraga lari dan olahraga kekuatan dalam seminggu secara bergantian, setelah 3 bulan, berhasil mengurangi serangan asmanya. Para responden mengaku bernapas lebih lega dan imun tubuh lebih kuat.

10. Panjang umur : Sebuah pengamatan terhadap 22 studi mengungkapkan, orang yang berlari 2,5 jam dalam seminggu akan menekan risiko meninggal dalam usia muda hingga 19 persen. Sedangkan penelitian lain mengungkapkan, orang yang aktif berolahraga akan menekan risiko meninggal dalam usia muda hingga 50 persen.

Ayo jangan hanya berdecak ketika melihat daftar penelitian di atas, mulai masukkan olahraga lari sebagai salah satu pilihan kardio kita. Olahraga murah meriah ini juga akan lebih menyenangkan jika kita lakukan sambil mendengarkan lagu-lagu kesukaan. Bonus tambahannya, penelitian membuktikan, berolahraga sambil mendengarkan musik akan menajamkan kerja otak. (Siagian Priska)

Mari lari!