Cerita gue mulai dari nggak tau sampai akhirnya dukung Faisal-Biem

Sebelom mulai baca, mungkin elo aneh kenapa gue mendadak ngomongin politik tai kucing di blog gue ini. Apa yang gue tulis di bawah ini murni pendapat gue sendiri dan gue gak dibayar sepeserpun buat ini. Kalo udah keburu males silakan close window/tab-nya, kalo mau baca monggo 🙂

Beberapa bulan lalu gue sama sekali clueless pas denger nama pasangan cagub-cawagub DKI Faisal-Biem. Pelan-pelan mulai tau kalo Faisal-nya itu Faisal Basri, yang sebenernya tetep aja gue gak tau dan cuma kepikir “rasanya pernah denger nama ini di mana gitu”, dan Biem-nya ternyata Biem Benyamin, politisi yang juga anak dari Benyamin Sueb. Udah aja cukup sebatas itu dan belom ada keinginan buat tau lebih banyak karena waktu itu gue merasa cukup sreg sama salah satu pasangan cagub-cawagub lain yang menurut gue lebih kompeten karena udah pernah mimpin suatu kota.

Timeline Twitter yang tadinya masih adem ayem dari info pilkada pelan-pelan mulai muncul akun-akun untuk kampanye, beberapa calon juga utilize Youtube channel dan salah satunya Faisal-Biem. Yang menarik adalah pas waktu itu gue buka channelnya, gue ketemu selusin video mulai dari seleb, seniman, sampe aktivis yang ngasih testimonial buat Faisal-Biem. Semuanya key message-nya hampir sama, ngajak viewernya buat ikut dukung calon independen yang gak perlu bales budi ke partai politik tapi ke warga.

Setelah nonton beberapa videonya gue cuma kepikir: “Gila, dibayar berapa ya orang-orang ini yang ada di video sampe mau ngasih testimonial kayak gitu?”. Dan nggak lama dari itu pertanyaan gue terjawab pas @pandji ngetwit kalo testimonial yang ada di video itu dia nggak dibayar. Agak susah nerima kenyataan kayak gitu karena yang gue tau kebanyakan mainan politik sini tuh suara bisa dibayar. Yah tapi untuk urusan ini gue percaya aja. Lanjutkan membaca “Cerita gue mulai dari nggak tau sampai akhirnya dukung Faisal-Biem”

hari ini, 12 tahun silam, dari kicauan @ndorokakung. #Mei98

Ndorokakung

*Harusnya postingan ini diturunkan tanggal 13 Mei 2010 jam 00.18. Tepat 24 jam setelah tweet pertama @ndorokakung tentang apa yang terjadi di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998 (dari pandangan Ndoro sendiri). Namun ternyata saya lupa post dan masih nyungsep di draft Gmail. Tanpa menunda-nunda lagi, selamat membaca kompilasi #Mei98 ini. Never forget, never again!* 

hari ini, 12 tahun silam,

jakarta mulai mendidih
kekalutan bersemayam di pojok-pojok jakarta
jakarta dilanda ketidakpastian
orang-orang itu disiapkan di balik bedeng-bedeng di sebuah lahan kosong
peta jakarta digelar di atas meja, dengan notkah merah di sana-sini, dan satu komando!
kode-kode dihapalkan, wilayah-wilayah dibagikan
sebuah plot dibeberkan, dalam senyap. tanpa senyum.
markas itu mendadak sibuk. orang hilir-mudik. wajah tegang
telegram-telegram berseliweran, sandi-sandi bertebaran. kebingungan!
angka-angka dihitung. jakarta adalah kunci!
orang-orang itu mulai bergerak dari titik-titik konsentrasi
atribut dan seragam mulai ditanggalkan
sejumlah perempuan nyenyak dalam tidur, tanpa mimpi. di luar sana, para serigala mulai berkeliaran
orang-orang berkumpul. di sana-sini. dalam gelap
mendung menggulung jakarta. tapi siang begitu lengas dalam ingatanku
orang-orang itu menghitung kekuatan, posisi, dan peluang. perjudian dengan waktu
metrotv masih jadi lapangan tanah merah … 😀
lobi-lobi kian intensif. di jalanan, orang makin kencang berteriak
beberapa teman wartawan mulai takut pulang malam
wartawan tak sulit cari berita. semua kejadian adalah berita. tragedi
seorang wartawan yang sudah pulang balik lagi ke kantor. “lihat jalan, ngeri,” katanya
dari kantor kedoya sayup-sayup terdengar gemuruh panser melintas tol kebonjeruk pada dinihari
rumor dan kecemasan sama seringnya berdatangan
telepon berdering tanpa henti, tiap menit ada konperensi pers
banyak hal berubah cepat. dalam hitungan menit. satu hal yang menetap: kebingungan

hari ini aku mengenang setiap kejadian 12 tahun silam dengan kegundahan, kengerian, dan kecemasan yang sama. bye!

kulihat asap membubung di atas langit jakarta. siang begitu panas. kabar dr lapangan: anak trisakti ditembak mati
bukan hanya siang yang membakar jakarta, tapi juga peluru dan api di perempatan grogol
anak trisakti berlarian dikejar pentungan dan peluru
serombongan orang berseragam hitam di jalan layang grogol berhenti, lalu membidikkan senjata ke arah trisakti
peluru-peluru tajam berdesing-desing mencari korban. darah!
untuk pertama kali aku mengenal istilah senapan styer
jakarta robek berdarah
layar televisi menayangkan kekacauan di trisakti dan perempatan grogol
televisi dihiasi wajah-wajah mahasiswa yang meraung dan meratap kebingungan melihat temannya berkubang darah
amuk massa dimulai
semua telepon menanyakan hal yg sama: kamu di mana, kamu nggak apa-apa kan?
aku memutari kawasan jakarta barat di dinhari. dicegat warga, diminta balik arah. penjarahan dimulai
belum semua warga Jakarta sadar sepenuhnya ttg apa yg tengah terjadi, informasi sepotong-sepotong, membingungkan
semua wartawan datang dg segepok cerita ttg amuk, kerusuhan, darah: chaos!
poros senayan-cendana memanas, kasak-kusuk jalan terus
di gardu2 ronda orang bertukar cerita ttg kekerasan yg dialami atau dilihat sepanjang siang
pertama kali melihat penjarahan di kawasan rawa buaya, jak-bar. Serombongan orang menjebol toko sembako
dan Jakarta pun tak sama lagi…*bersambung*

Catatan kuliah pagi tentang Neolib dari @assyaukanie

*Semua tulisan di bawah ini dikopi secara utuh dari http://twitter.com/assyaukanie. Digabung dalam paragraf agar memudahkan dalam dibaca oleh kawan-kawan sekalian. Selamat membaca!*

Para pakar itu mulai bicara yg aneh2 tentang Bank Dunia. Mulai lagi ngegosip soal Neozep eh Neolib. Dalam beberapa twit ke depan akan saya sarikan point2 ceramah saya ttg Neoliberalisme di LBH Jakarta beberapa minggu lalu.

Kita mulai dulu dari istilah, definisi, konsep. Kata para filsuf Arab. Definisi adlh gerbang ilmu pengetahuan.

Neoliberalisme adalah varian dari Liberalisme. Kata “neo” adalah imbuhan utk memaknai sesuatu yg lain dari konsep asalnya. Dunia akademis mengenal “old-liberalism” (classical liberalism) dan “new liberalism” (social democrat), tapi tidak “neo liberalism.” “Neo-liberalism” adalah istilah pjoratif yg disematkan oleh “orang2 luar” yang anti terhadap gagasan Liberalisme. Kata “liberalisme” sendiri adalah sesuatu yg bagus. Dalam kamus2 Inggris, “liberalism” berarti “generous” atau baik hati. Di Inggris, dulu, kalau ada orang dermawan dan baik hati, dia akan dibilang, “he is so liberal.” Kamus Webster mengartikan “liberal” sebagai: generous, one who favors freedom, free from prejudice and narrow thinking. Dunia akademis mendefinisikan Liberalisme sbgai: ideologi yang menekankan pentingnya kebebasan individu dan masyarakat.

Liberalisme muncul akibat pertarungan kelas pedagang baru yang menantang sistem feodal di Eropa. Liberalisme percaya bahwa memperhatikan kepentingan individu secara bebas dan rasional dapat mendorong terciptanya sistem sosial yang baik. Kaum liberal pertama adlh sekelompok anggota parlemen di Spanyol yang menyebut diri mrk “Liberales” pada awal abad ke-19.

Intermezo: anggota parlemen kita sih boro2 ngerti liberalisme. Yang ada malah mencaci-maki melulu. pegel deh. :))

Ide2 kaum Liberales kemudian menyebar ke Perancis, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya. Muncullah “Partai Liberal.” Negara2 maju memiliki “Partai Liberal.” Di Asean, kalau tidak salah hanya Filipina yg punya partai dengan nama ini. Di Inggris, Partai Whigs berkembang menjadi Partai Liberal pada tahun 1840an. Kaum liberal mendasarkan ide2 mereka pada para filsuf ini: John Locke, Baron de Montesquieu, David Hume, Adam Smith, Thomas Jefferson, Immanuel Kant, Jeremy Bentham, Thomas Malthus, John S. Mill, Von Mises, John M. Keynes, F. Hayek, John Rawls dan Robert Nozick.

Ada banyak nilai-nilai Liberalisme. Ini di antaranya: Kebebasan, Individualisme, Aturan Hukum, dan Pasar Bebas. Saya akan menjelaskan nilai2 ini secara terpisah nanti. Jika ada yg berminat :). Sekarang fokus ke Neolib dulu.

Sebagai varian dari Liberalisme, Neoliberalisme adalah sebuah ideologi yang didasarkan pada kebebasan individu. Orang sering bilang bahwa Neolib adalah versi Lib yang ekstrim dlm hal kebebasan, khususnya menyangkut kebebasan ekonomi. Neolib berhutang pada pemikiran “ekonomi neoklasik,” yang menganjurkan peminimalan peran negara dan pemaksimalan peran sektor2 swasta. Pada 1970an, media di Amerika Latin mmprkenalkan istilah “neoliberalismo” utk merujuk program2 reformasi ekonomi yg berorientasi pasar.

Pada 1990an, para pengkritik program2 itu memplesetkan makna “neoliberalismo“ menjadi istilah yang negatif. Mereka menuduh, “Neoliberalismo” adalah agenda tersembunyi pemerintah Amerika untuk memperluas Kapitalisme Amerika. Akibat kampanye yg terus-menerus, di samping kegagalan ekonomi di negara2 Latin, istilah “Neoliberal” kemudian mjd sangat pejoratif.

Wah, tdk terasa sdh mau jam 8. Saya harus ngajar, dan belum mandi. Saya cukupkan dulu sampai di sini. Nanti akan saya sambung, khususnya ttg hubungan Neolib dan Konsensus Washington, juga peran Bank Dunia di dalamnya. Terimakasih karena sudah mau mendengarkan, eh membaca, kuliah saya pagi ini.