Kategori: Uncategorized
Nonton Kick-Ass di Epicentrum XXI kayaknya asik. Cuma 15ribu. Kapan ya enaknya?
Sent from my iPhone
Majalah Tempo Online: Sri Mulyani, Nasionalisme, dan Tinju
17 Mei 2010Sri Mulyani, Nasionalisme, dan Tinju
Muhammad Chatib Basri*
Pittsburgh, 25 September 2009. Saya catat hari itu dalam ingatan. Presiden Obama meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membagikan pengalaman Indonesia dalam menurunkan subsidi bahan bakar minyak, dalam forum amat penting G-20. Kita ingat pada 2005 dan 2008, Indonesia menaikkan harga BBM dan mengalokasikan subsidinya untuk rakyat miskin. Mungkin aneh bagi sebagian di antara kita, mengapa kebijakan yang di dalam negeri dicaci maki justru layak dijadikan contoh oleh negara anggota G-20.
Siang itu, Presiden SBY sudah bersiap memberikan paparannya. Sayangnya, waktu dalam sesi makan siang itu amat terbatas, padahal ada tiga topik yang dibahas, dan giliran SBY yang terakhir. Waktu habis dan Presiden pun tak jadi bicara. Tentu kami semua-Menteri Keuangan Sri Mulyani; juru bicara Presiden, Dino Patti Djalal; Mahendra Siregar; dan saya-amat kecewa.
Kami berusaha meminta keterangan dari delegasi Amerika Serikat, tapi jawabannya tak memuaskan. Mereka tentu tak berani menanyakan kepada Obama. Saya ingat Sri Mulyani setengah berbisik kemudian mengatakan, “Kayaknya saya mesti ngomong langsung dengan Obama.” Saya kira dia bergurau. Tapi kemudian saya sadar, ia serius. Sri menghampiri Presiden Obama yang baru memasuki ruangan setelah jeda makan siang. Mereka berbicara berdua. Saya kebetulan berjarak sekitar dua meter dari mereka, sehingga saya bisa mendengar percakapan tersebut.
Dengan terus terang-khas Sri Mulyani-ia menyampaikan kekecewaannya. Ia mengatakan bahwa Presiden Obama sudah meminta Presiden SBY berpidato, tapi waktunya habis. Karena itu, ia meminta Presiden Obama menyampaikan maaf kepada Presiden SBY dan memberikan kesempatan di sesi berikutnya. Saya terkejut. Presiden Obama-saya kutip dari ingatan-tersenyum dan mengatakan, “Itu kesalahan saya, saya minta maaf, akan saya berikan kesempatan di sesi berikutnya.”
Setelah itu, saya melihat Presiden Obama menghampiri Presiden SBY dan berbicara berdua. Di sesi berikutnya, Presiden Obama meminta maaf secara terbuka. SBY kemudian berpidato dengan sangat meyakinkan. Bahkan, kemudian ada satu bagian dari komunike yang menganjurkan agar kebijakan ini dicontoh anggota G-20. Sri Mulyani kelihatan tersenyum. Sambil bercanda kami mengatakan kepada Sri Mulyani, sebetulnya ia lebih cocok menjadi Menteri Pertahanan!
Itu adalah contoh kecil dari kiprah Sri Mulyani di forum internasional. Tentu naif bila kita menyimpulkan bahwa Indonesia berperan dalam G-20 hanya dari cerita itu. Yang jauh lebih serius adalah ketika pada pembicaraan di tingkat Menteri Keuangan, Sri Mulyani memperjuangkan pembiayaan stimulus fiskal bagi negara berkembang. Negara berkembang-termasuk Indonesia-sampai September 2008, tumbuh relatif tinggi. Namun krisis keuangan global telah membawa dampak yang dalam bagi negara berkembang.
Untuk mengatasi itu, sisi permintaan-seperti resep Keynes lebih dari 70 tahun lalu-harus didorong. Dan ini mesti dilakukan di tingkat global. Masalahnya, tak semua negara, terutama negara berkembang, memiliki kemampuan untuk membiayai stimulusnya. Dalam situasi krisis keuangan global, akses terhadap pasar keuangan praktis tertutup. Kalaupun terbuka, harganya amat mahal.
Di sini, usulan Indonesia agar dibentuk global expenditure support fund diadopsi. G-20 sepakat mengguyurkan sedikitnya US$ 100 miliar melalui Bank Pembangunan Multilateral untuk membantu bujet negara berkembang, termasuk Indonesia. Selain itu, disediakan trade financing US$ 250 miliar untuk memulihkan perdagangan global.
Saya yang hadir di sana melihat bagaimana Sri Mulyani berdebat mengenai hal ini. Ia begitu dihormati dan didengar oleh para menteri keuangan lain, seperti Alistair Darling dari Inggris, Tim Geithner dari Amerika, atau Christine Lagarde dari Prancis. Saya ingat bagaimana dalam diskusi, Sri Mulyani kerap diminta menjadi pembicara pembuka. Saya catat, Darling atau Geithner di beberapa kesempatan, setelah mereka bicara, berpaling dan menanyakan, “Sri Mulyani, what do you think….”
Di sana, saya bangga menjadi orang Indonesia karena Indonesia dihormati dan didengar dalam forum yang boleh dibilang paling penting di dunia saat ini. Sebab, Indonesia berani memperjuangkan nasib negara berkembang di pentas global. Di masa lalu, sentimen nasionalisme kita kerap dibangun lewat tinju atau bulu tangkis. Keindonesiaan kita menjadi begitu bergelora ketika Ellyas Pical juara dunia, atau saat Susi Susanti dan Alan Budikusuma meraih emas olimpiade. Atau di tempat lain, nasionalisme kita bergelora ketika kita marah, atau terusik atau takut, lalu berteriak “awas asing”.
Sri Mulyani membangkitkan kebanggaan akan Indonesia dengan cara lain. Maka, bukan hal yang aneh jika Sri Mulyani ditawari posisi nomor dua di Bank Dunia. Kiprahnya di dunia internasional memang membuat Indonesia yang tadinya sunyi dalam pentas global menjadi berbunyi. Kini, sentimen nasionalisme kita justru dibangun oleh Sri Mulyani lewat perasaan dihargai dan dihormati, karena Indonesia didengar, karena Indonesia mewakili emerging economies memiliki peran mengatasi krisis global. Kita tak lagi menjadi tawanan rasa rendah diri kita atau kita tak lagi melihat dunia dengan kecemasan di tiap tikungan.
*) Mantan anggota staf khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mantan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20
NBC Renews ‘Chuck’ For Season 4
Season 4 Renewal:
Awesome news, NBC has given ‘Chuck’ a 4th season pick-up. So far, Chuck season 4 has been given 13 episodes. Once Season 4 starts airing and if the viewer numbers are good, NBC will probably give it an extra 9 episodes, making it a full 22-episode season 4. But right now we’ve got 13 episodes to look forward to in Season Four!
Season 3 Finale:
There’s one more episode left next week (Season 3 Episode 17: “Chuck vs. The Living Dead”) before the 2 HOUR season finale next week Monday, 24 May 2010 (Episode 18 and 19 will air straight after eachother). So start getting excited for 2 episodes of Chuck on Monday, May 24th!
As usual, check out your #1 source for all-things ‘Chuck’ @http://www.facebook.com/l/2f795;www.chuckonline.net/
Take care!
Sent from my iPhone
hari ini, 12 tahun silam, dari kicauan @ndorokakung. #Mei98
*Harusnya postingan ini diturunkan tanggal 13 Mei 2010 jam 00.18. Tepat 24 jam setelah tweet pertama @ndorokakung tentang apa yang terjadi di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998 (dari pandangan Ndoro sendiri). Namun ternyata saya lupa post dan masih nyungsep di draft Gmail. Tanpa menunda-nunda lagi, selamat membaca kompilasi #Mei98 ini. Never forget, never again!*
kekalutan bersemayam di pojok-pojok jakarta
jakarta dilanda ketidakpastian
orang-orang itu disiapkan di balik bedeng-bedeng di sebuah lahan kosong
peta jakarta digelar di atas meja, dengan notkah merah di sana-sini, dan satu komando!
kode-kode dihapalkan, wilayah-wilayah dibagikan
sebuah plot dibeberkan, dalam senyap. tanpa senyum.
markas itu mendadak sibuk. orang hilir-mudik. wajah tegang
telegram-telegram berseliweran, sandi-sandi bertebaran. kebingungan!
angka-angka dihitung. jakarta adalah kunci!
orang-orang itu mulai bergerak dari titik-titik konsentrasi
atribut dan seragam mulai ditanggalkan
sejumlah perempuan nyenyak dalam tidur, tanpa mimpi. di luar sana, para serigala mulai berkeliaran
orang-orang berkumpul. di sana-sini. dalam gelap
mendung menggulung jakarta. tapi siang begitu lengas dalam ingatanku
orang-orang itu menghitung kekuatan, posisi, dan peluang. perjudian dengan waktu
metrotv masih jadi lapangan tanah merah … 😀
lobi-lobi kian intensif. di jalanan, orang makin kencang berteriak
beberapa teman wartawan mulai takut pulang malam
wartawan tak sulit cari berita. semua kejadian adalah berita. tragedi
seorang wartawan yang sudah pulang balik lagi ke kantor. “lihat jalan, ngeri,” katanya
dari kantor kedoya sayup-sayup terdengar gemuruh panser melintas tol kebonjeruk pada dinihari
rumor dan kecemasan sama seringnya berdatangan
telepon berdering tanpa henti, tiap menit ada konperensi pers
banyak hal berubah cepat. dalam hitungan menit. satu hal yang menetap: kebingungan
Mohon baca postingan ini setelah Anda membaca tulisan tentang parkour di detikNews tanggal 10 Mei 2010
“Tapi untuk ukuran manusia, jarak maksimal lompatan yang bisa dilakukan 6 meter. Itu pun hanya bisa dilakukan oleh orang bule. Sebab badan mereka tinggi dan kakinya panjang sehingga bisa melompat lebih jauh dari rata-rata orang Asia,” terang Ino, yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan di Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Tidak pernah ada ukuran minimum dan maksimum dalam manusia melompat. Masing-masing tubuh memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Secara postur memang benar bahwa orang-orang yang lebih tinggi memiliki daya jangkau yang lebih jauh daripada orang-orang yang lebih pendek.
Dijelaskan Ino, untuk melakukan aksi cat leap tidak bisa sembarangan. Bagi traceur atau traceusse (pegiat parkour pria atau wanita) yang masih pemula, aksi ini sulit dilakukan. Soalnya membutuhkan teknik tingkat tinggi serta mental yang kuat. Untuk itu, imbuh Ino, aksi lompatan kucing ini biasanya dilakukan oleh pegiat parkour yang sudah senior, paling tidak sudah menekuni kegiatan ini selama 3 tahunan.
Setelah gedung-gedung Taman Ria Senayan diratakan untuk dibangun mal oleh Lippo Grup, Ino dan kawan-kawan berlatih di Widyaloka, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan.
Namun memang, di lokasi latihan yang baru memang tidak seekstrem seperti di Taman Ria Senayan. Namun mau tidak mau, mereka berlatih di Widyaloka agar bisa berlatih rutin.
Sementara untuk mencari tantangan dan medan yang baru, Ino cs mencari alternatif dengan melompati sejumlah bangunan yang ada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Setiap Sabtu sore mereka biasanya mencari jalur lompatan di jalan protokol tersebut.
Namun traceur yang diajak untuk tracking di Jalan Sudirman adalah yang senior. Sementara traceur junior atau pemula diajak hanya untuk menyaksikan para seniornya beratraksi di gedung yang ada di wilayah itu.
Selain melompati gedung-gedung di jalan itu, para traceur atau traceusse biasanya juga berlatih dengan melompati sejumlah halte TransJakarta. Untuk tantangan ini biasanya mereka lakukan setiap hari Minggu. Alasan mereka, di hari Minggu penumpang TransJakarta sedikit sehingga aksi mereka tidak mengganggu pengguna angkutan masal tersebut.
Saat ini, komunitas parkour di Jakarta berjumlah 200-an anggota. Mereka umumnya berlatih secara rutin di Senayan. Aldika Vialinata, salah seorang pengurus parkour Jakarta mengatakan, komunitas parkour di Jakarta mulai terbentuk sejak 2004.
Rencananya, jelas Aldika, seluruh komunitas parkour di Indonesia akan berkumpul di Bandung pada September 2010 mendatang. Dalam even tersebut, rencananya mereka akan mendatangkan David Belle, sesepuh parkour dari Prancis, untuk berbagi ilmu. Prancis memang dikenal banyak jagoan parkour, salah satunya diangkat menjadi film berjudul ‘Yamakasi’.
Memandang benda-benda yang ada di lingkungan sekitar Anda sebagai sarana latihan fisik. #parkour
Catatan kuliah pagi tentang Neolib dari @assyaukanie
*Semua tulisan di bawah ini dikopi secara utuh dari http://twitter.com/assyaukanie. Digabung dalam paragraf agar memudahkan dalam dibaca oleh kawan-kawan sekalian. Selamat membaca!*
Para pakar itu mulai bicara yg aneh2 tentang Bank Dunia. Mulai lagi ngegosip soal Neozep eh Neolib. Dalam beberapa twit ke depan akan saya sarikan point2 ceramah saya ttg Neoliberalisme di LBH Jakarta beberapa minggu lalu.
Kita mulai dulu dari istilah, definisi, konsep. Kata para filsuf Arab. Definisi adlh gerbang ilmu pengetahuan.
Neoliberalisme adalah varian dari Liberalisme. Kata “neo” adalah imbuhan utk memaknai sesuatu yg lain dari konsep asalnya. Dunia akademis mengenal “old-liberalism” (classical liberalism) dan “new liberalism” (social democrat), tapi tidak “neo liberalism.” “Neo-liberalism” adalah istilah pjoratif yg disematkan oleh “orang2 luar” yang anti terhadap gagasan Liberalisme. Kata “liberalisme” sendiri adalah sesuatu yg bagus. Dalam kamus2 Inggris, “liberalism” berarti “generous” atau baik hati. Di Inggris, dulu, kalau ada orang dermawan dan baik hati, dia akan dibilang, “he is so liberal.” Kamus Webster mengartikan “liberal” sebagai: generous, one who favors freedom, free from prejudice and narrow thinking. Dunia akademis mendefinisikan Liberalisme sbgai: ideologi yang menekankan pentingnya kebebasan individu dan masyarakat.
Liberalisme muncul akibat pertarungan kelas pedagang baru yang menantang sistem feodal di Eropa. Liberalisme percaya bahwa memperhatikan kepentingan individu secara bebas dan rasional dapat mendorong terciptanya sistem sosial yang baik. Kaum liberal pertama adlh sekelompok anggota parlemen di Spanyol yang menyebut diri mrk “Liberales” pada awal abad ke-19.
Intermezo: anggota parlemen kita sih boro2 ngerti liberalisme. Yang ada malah mencaci-maki melulu. pegel deh. :))
Ide2 kaum Liberales kemudian menyebar ke Perancis, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya. Muncullah “Partai Liberal.” Negara2 maju memiliki “Partai Liberal.” Di Asean, kalau tidak salah hanya Filipina yg punya partai dengan nama ini. Di Inggris, Partai Whigs berkembang menjadi Partai Liberal pada tahun 1840an. Kaum liberal mendasarkan ide2 mereka pada para filsuf ini: John Locke, Baron de Montesquieu, David Hume, Adam Smith, Thomas Jefferson, Immanuel Kant, Jeremy Bentham, Thomas Malthus, John S. Mill, Von Mises, John M. Keynes, F. Hayek, John Rawls dan Robert Nozick.
Ada banyak nilai-nilai Liberalisme. Ini di antaranya: Kebebasan, Individualisme, Aturan Hukum, dan Pasar Bebas. Saya akan menjelaskan nilai2 ini secara terpisah nanti. Jika ada yg berminat :). Sekarang fokus ke Neolib dulu.
Sebagai varian dari Liberalisme, Neoliberalisme adalah sebuah ideologi yang didasarkan pada kebebasan individu. Orang sering bilang bahwa Neolib adalah versi Lib yang ekstrim dlm hal kebebasan, khususnya menyangkut kebebasan ekonomi. Neolib berhutang pada pemikiran “ekonomi neoklasik,” yang menganjurkan peminimalan peran negara dan pemaksimalan peran sektor2 swasta. Pada 1970an, media di Amerika Latin mmprkenalkan istilah “neoliberalismo” utk merujuk program2 reformasi ekonomi yg berorientasi pasar.
Pada 1990an, para pengkritik program2 itu memplesetkan makna “neoliberalismo“ menjadi istilah yang negatif. Mereka menuduh, “Neoliberalismo” adalah agenda tersembunyi pemerintah Amerika untuk memperluas Kapitalisme Amerika. Akibat kampanye yg terus-menerus, di samping kegagalan ekonomi di negara2 Latin, istilah “Neoliberal” kemudian mjd sangat pejoratif.
Wah, tdk terasa sdh mau jam 8. Saya harus ngajar, dan belum mandi. Saya cukupkan dulu sampai di sini. Nanti akan saya sambung, khususnya ttg hubungan Neolib dan Konsensus Washington, juga peran Bank Dunia di dalamnya. Terimakasih karena sudah mau mendengarkan, eh membaca, kuliah saya pagi ini.
Brand new blitzmegaplex Central Park and an overpriced ice Milo.
Here are some pics from my recent checkin at blitzmegaplex CP. It has darker ambient than GI and PP but it’s still cozy as other blitzmegaplex cinemas. The ice Milo costs IDR 15K for that super small cup. The last pic was taken around 12:30am.
Sent from my iPhone











