salingsilang.com: Nostalgia Melalui Media Sosial

Facebook Timeline, sebentar lagi bisa dinikmati oleh umum. Dengan fitur baru dari Facebook ini, kita bisa melacak apa saja yang pernah kita lakukan di Facebook bertahun-tahun yang lalu. Facebook bahkan membuatkan satu titik di saat kita baru dilahirkan, dan menambahkan foto atau status di sana. Saat ini Facebook Timeline belum aktif untuk umum karena masih menunggu hasil sengketa hukum dengan Timelines.com.

Ini mungkin fenomena unik, menjadikan media sosial sebagai dokumentasi perjalanan hidup. Dari situs media sosial lainnya, Foursquare, ada aplikasi pihak ketiga yang menawarkan fitur unik; mengingat apa yang dilakukan setahun yang lalu di Foursquare. Belakangan, aplikasi ini juga tersedia untuk Facebook. Nama aplikasinya 4SquareAnd7YearsAgo. Ia mengirim ke email kita setiap hari, apa yang terjadi setahun yang lalu di media sosial yang kita ikuti. Mungkin ada yang pernah dengar, atau bahkan sudah memakainya?

Salah seorang penulis di situs berita teknologi Wired.com, Clive Thompson, menyebut fenomena ini sebagai Memory Engineering. Dalam artikel yang ia tulis 27 September yang lalu, ia mewawancarai spesialis media sosial asal Indonesia, Daniel Giovanni, yang bisa ditemui di akun Twitter @qronoz.  Daniel dijadikannya contoh tentang bagaimana memory engineering bekerja; sebuah proses mendandani masa lalu kita di dunia dijital  menjadi lebih menarik.

Daniel bercerita tentang pengalamannya memanfaatkan aplikasi 4SquareAnd7YearsAgo. Kebetulan, saat ia diwawancarai tepat setahun ia menyelesaikan skripsinya. Menurut Daniel seperti yang dikutip artikel di Wired.com tersebut, aplikasi ini membantunya membangun kembali ingatan pada peristiwa setahun yang lalu. Dari aplikasi itu terekam apa yang pernah dilakukannya saat itu; berangkat ke kampus untuk bersiap ujian, lulus dengan nilai A, dan merayakannya dengan nonton film ke bioskop bersama teman-temannya. 

Aktivitas individu yang terekam melalui media sosial, terkadang memang sangat detil dan lengkap, sampai pengguna sendiri tidak sadar kalau mereka sedang mencatatkan sejarah mereka di beragam media sosial. Gagasan Facebook Timeline, yang oleh Facebook dipromosikan dengan judul artikel, “Tell Your Story with Timeline” tampak selaras dengan gagasan memory engineering yang dimaksud Clive Thompson tersebut. Apakah Facebook juga sedang menerapkan hal yang sama?

Satu sisi, mungkin berguna bagi si pemilik akun. Tapi jika secara tidak sadar sampai bocor ke publik, informasi yang terlalu detil tentang seseorang bukanlah hal yang lumrah untuk diumbar. Ada hal yang bersifat personal, yang mungkin orang lain tidak punya hak untuk mengetahuinya. Jadi, sambil menunggu Facebook Timeline benar-benar aktif, mungkin perlu dipertimbangkan dari sekarang, informasi apa saja tentang perjalanan hidup Anda yang akan dijadikan konsumsi umum

Kalo 4SquareAnd7YearsAgo udah coba. PastPosts juga udah. Kalo Facebook Timeline ini asli gw baru denger, resmi keluaran Facebook katanya. Mari kita tunggu bersama!

Wired Magazine: Clive Thompson on Memory Engineering

Do you remember what you were doing a year ago today? Daniel Giovanni does. A social media specialist in Jakarta, Indonesia, he recently began using a clever service called 4SquareAnd7YearsAgo. The service plugs into your Foursquare “check-ins”—those geotagged notes showing where you ate, drank, and socialized. Each morning, it finds your check-ins from precisely one year earlier and emails you a summary.

The result is a curiously powerful daily jolt of reminiscence. I talked to Giovanni on July 20, the one-year anniversary of his thesis defense, as he looked over the check-ins for that day. According to the recap, he arrived on campus at 7:42 am to set up (with music from Transformers 2 pounding in his head), left the building at 12:42 pm after getting an A, then hit a movie theater to celebrate with friends. Giovanni hadn’t thought about that day in a long while, but it all came rushing back.

“It’s like this helps you reshape the memories of your life,” he told me.

4SquareAnd7YearsAgo is an example of a new trend I call memory engineering—the process of fashioning our inchoate digital pasts into useful memories.

Right now, of course, our digital lives are so bloated they’re basically imponderable. Many of us generate massive amounts of personal data every day—phonecam pictures, text messages, status updates, and so on. By default, all of us are becoming lifeloggers. But we almost never go back and look at this stuff, because it’s too hard to parse.

Never thought that my name could be written on Wired Magazine (Oct 2011) because of using 4squareand7yearsago.com. I should’ve post this on my Posterous to get it archived (and I think I’ll get the printed one too).

Jump Bandung #1. Sebuah dokumenter pendek kolaborasi Parkour Bandung dan GD Studio

Semoga video dokumenter singkat ini dapat memberi gambaran bagi teman-teman mengenai seperti apa latihan parkour dan bagaimana sejarahnya.

Video di atas diupload di Youtube dan mendapatkan banyak sekali respon positif tidak hanya dari teman-teman di Indonesia, tapi juga dari luar Indonesia. Salah satunya dari user dengan nama WestLondonParkour yang sedikit menambahkan informasi tentang sejarah parkour. Demikian katanya:

parkour was made a discipline in 1895 by georges hebert for the french marines and parisian fire dept under the name “l’art du deplacement”. in the 1970s, raymond belle used it as a tool and taught it to his son david, who turned it into an art by the 1980s. “Parkour” is the >international< version of the word “parcours”, meaning a journey or a trip, or to traverse something; it has no literal english translation. sebastien “created” freerunning parallel with parkour, not as??? part of it.

terjemahan >>>

Parkour berawal dari sebuah disiplin yang ada pada tahun 1895 yang digunakan oleh seseorang bernama Georges Hebert untuk pelatihan marinir Prancis dan pemadam kebakaran Kota Paris. Saat itu disiplin ini dikenal dengan nama “l’art du deplacement”. Pada tahun 1970an, Raymond Belle menggunakannya sebagai disiplin yang dapat diaplikasikan dan mengajarkannya pada anaknya, David Belle, yang kemudian menjadikannya sebuah seni pada tahun 1980an. Parkour sebenarnya adalah versi internasional dari kata “parcours”, yang berarti sebuah perjalanan atau perpindahan; tidak ada terjemahan langsung di Bahasa Inggris. Sebastian Foucan memperkenalkan freefunning yang parallel dengan parkour, bukan sebagai bagian dari parkour.

Tambahan informasi dari WestLondonParkour ini tentu hanya segelintir sejarah singkat tentang parkour. Mungkin beberapa teman-teman sudah mengetahui mengenai sejarah parkour. Namun tidak ada salahnya agar kita terus menambah referensi yang kita ketahui. Demi pemahaman parkour yang menyeluruh dan menjaga semangat parkour yang kita miliki saat ini.

Titip menitip dengan layanan GO-JEK Indonesia dan Bistip.com

Mau nonton laga Timnas Indonesia tapi males ngantri tiket? Apa mungkin ngantri tiket Laskar Pelangi yang ticket box-nya buka siang-siang? Atau mungkin pengen beli barang di kota lain? Di luar negeri? Tapi butuhnya cepet kalo nggak males kena shipping fee? Mungkin dua layanan di bawah ini bisa elo coba.

GO-JEK Indonesia

Go-jek_indonesia__an_ojek_for_every_needGojek1Gojek2

Pertama kali tau ada layanan ini dari twitnya @arief_aziz. Pertamanya gw pikir ini cuma sebatas order ojek by phone/Y!M/BBM/Twitter aja, tapi ternyata bisa buat titip-titipan juga. Waktu meeting @TEDxJakarta beberapa bulan lalu, adiknya Arief yang jualan House of Lumpia pake GO-JEK ini buat delivery service. Makin lama ngeliatin timeline di Twitter, malah ada yang nitip tiket laga Timnas Indonesia buat diantriin, terus ada beberapa orang juga yang pake buat beli tiket Musikal Laskar Pelangi yang cepet abis itu.

Berbekal testimonial orang-orang, gw akhirnya memutuskan untuk nyobain layanan GO-JEK ini. Pertama kali gw cobain buat nitip benerin rantai jam tangan Casio gw yang cuma bisa dikerjain di Casio Service Center di deket Harmoni sana yang buka cuma pas office hour. Kalo gw musti ke sana pas lunch break, dijamin waktu gw abis di tengah jalan. Akhirnya gw coba telpon call center GO-JEK, prosedurnya cukup cepet, kita tinggal kasih tau detail pickup barangnya di mana, ntar mereka bakal calculate, dan kalo udah deal mereka bakal dateng sesuai jam request kita. Even ada konfirmasi SMS segala yang ngasih tau siapa driver yang bakal ngambilnya. Total bolak balik dari Permata Hijau – Casio Service Center – Permata Hijau cuma abis 2 jam.

Kali kedua gw nyobain, gw pake buat beli Mini DisplayPort to VGA Adapter di iBox Senayan City. Cukup ngasih tau detail barangnya, nanti mereka bakal beliin barangnya dan anter ke alamat kita. Kalo ini Permata Hijau – iBox Sency – Permata Hijau cuma butuh 1 jam. Overall ada beberapa poin lah yang bisa gw bikin setelah pake layanan GO-JEK ini:

  • Platform buat ngehubungin call centernya banyak
  • Sekalinya udah pernah pake, mereka bakal record datanya jadi gak ditanya-tanya ulang detail alamat kita
  • Kalo beli barang di bawah IDR 200.000, bisa dibeliin dulu sama mereka, ntar bayar pas barangnya dateng. Kalo di atas itu, mereka musti pickup dulu uangnya
  • Entah belom ada apa gw nggak dikasih semacem bukti pembayaran gitu
  • Tarifnya mirip kayak taksi tarif bawah (CMIIW)

Bistip.com

Sebuah_komunitas_titip_menitip__bistipBistip

Nah, yang kedua ini gw taunya sebenernya udah agak lama. Dulu tampilan webnya nggak sebagus yang sekarang ini, gw baru tau lagi pas webnya udah revamp. Sempet masuk DailySocial juga kalo nggak salah. Waktu itu gw emang lagi mau beli Crocs Crostail. Ya ya ya, gw emang penasaran sama si sendal yang banyak orang gak suka ini. Tapi yang Crostrail ini modelnya nggak gitu-gitu amat kok *pembelaan*. Back to topic, jadi setau gw ada beberapa model yang emang kalo di Indonesia suka abis gitu, nitip ke temen yang lagi trip ke SG mungkin bisa, dan ternyata di timeline juga ada yang rekomendasiin buat nyoba @bistipes.

Pertamanya gw kirain gw ini service sejenis Bistip dan ternyata ini justru semacem sub-service di bawahnya Bistip yang bisa dititipin barang tapi nggak usah bayar tip si orang yang dititipinnya. Jadi sebenernya si Bistip ini nyediain wadah buat orang nitip-nitipan barang, misalnya mau beli barang di Bali, tapi kitanya di Jakarta, kita bisa pake Bistip ini buat nyari orang yang bakal jalan dari Bali ke Jakarta, nego seputar tip yang mau dikasih, nanti kalo udah deal dibawain deh barangnya ke Jakarta.

Setelah daftar di webnya, akhirnya langsung kirim message ke Bistipes yang udah ada akunnya di Bistip.com, dan kebetulan @nathaliezileta juga mau nitip yang model Shayna. Prosesnya cepet aja, gak pake repot, dan sesuai jadwal pas dia balik ke Jakarta, barangnya dibawain. Useful banget buat yang mau nitip barang yang agak mahalan dari jauh, both nitip beliin apa nitip bawain, tapi harganya jauh lebih murah dari shipping yang terkenal-terkenal itu. Kalo poin-poin dari gw:

  • Kalo kirim dokumen dari US ke Indonesia abis sekitar IDR 300.000, kalo pake Bistip kemaren sempet nanya-nanya salah satu user, kenanya cuma sekitar IDR 100.000, dan itu udah nitip barang, bukan dokumen
  • Cocok buat kirim-kiriman dokumen apa barang ke sodara/temen di luar kota/negeri
  • Kalo mau pake jasa nitipnya, mending cek dulu reputasinya, sekalian background check aja soalnya alamat web, FB, sama Twitter si user juga dicantumin kok

Kira-kira segitulah review gw buat dua layanan baru yang rasanya cukup meringankan orang-orang yang maunya banyak tapi nggak mau repot. Udah ada yang pernah nyoba juga? Silakan tinggalin komentarnya di bawah ya.